Penulis : Arafat Nur
Penerbit : Diva Press
Ketebalan : 142
Tahun terbit : 2017
Seumpama matahari, ia tidak pernah mengharapkan cahaya dari Bumi. Ia selalu memberikan cahayanya. Biarpun bumi tidak merasakannya.
--Nukilan novel Seumpama Matahari--
Asrul bersama teman-temannya--seorang gerilyawan di Aceh--berjuang menghadapi tentara pemerintah. Ia terpaksa menjadi gerilyawan atau lebih dikenal sebagai pemberontak lantaran sebuah dendam kesumat yang tertanam di hatinya. Bapak Asrul tewas beberapa waktu silam oleh tembakan membabi-buta tentara di sawahnya sendiri.
Suatu ketika Ia bersama Komandan Zen, Basyah, dan Maun terkepung oleh ratusan tentara musuh. Namun berbekal strategi yang cerdas dan keterampilan dalam menembak, Asrul dan rombongannya berhasil keluar dari cengkraman maut. Hingga akhrinya lelaki gondrong itu memilih menepi ke sebuah kampung. Kampung tempat masa lalunya dirawat oleh Ibu dan Aini, adiknya.
Namun naas, sebuah berita buruk memaksanya harus berpindah ke Riau yang kemudian menjadikannya seorang gelandangan. Butuh keajaiban untuk menjaga agar Asrul tetap hidup, kemudian keajaiban itu datang pada sosok Putri dan Ana. Mereka adalah kakak-beradik yang pernah bertemu dengan Asrul di Aceh. Kakak-adik inilah yang menolong Asrul dari status gelandangan.
Sebuah cerita baru pun dimulai. Asrul tinggal satu rumah dengan Putri dan Ana. Berbulan-bulan. Hingga ia mendapat pekerjaan di Riau. Hingga cinta pun tumbuh di hatinya, untuk Putri. Namun malang tak bisa ditolak, ketika ia mulai merajut masa indah dengan Putri, tiba-tiba panggilan kembali ke medan perang datang dari Komandan Zen. Dilema besar bertengger di benak Asrul. Ia harus memilih kembali ke kehidupannya yang kelam sebagai gerilyawan atau melanjutkan hidup yang indah bersama Putri.
Novel "Seumpama Matahari" merupakan karya apik yang mengupas sisi lain dari konflik yang pernah terjadi di Aceh. Peperangan yang identik dengan darah dan kematian disulap menjadi sebuah novel yang manis dan kaya akan pengalaman hidup. Dalam novel ini, Arafat telah berhasil menampilkan kekuatan tekad yang membara untuk melanjutkan hidup dan memenuhi cinta. Sangat layak untuk jadi teman minum teh dan makan biskuit di senja kala. []

0 Comments:
Posting Komentar