Pendidikan
merupakan pembelajaran pengetahuan, keterampilan yang diturunkan dari generasi
ke generasi berikutnya melalui guru, penelitian, bahkan secara otodidak. Setiap
informasi dapat dianggap sebagai pendidikan.
Pendidikan dipilih seperti pendidikan prasekolah, Sekolah Dasar, SMP, SMA,
ataupun Perguruan Tinggi.
Muhammad
Tholehan Hasan dalam buku Pendidikan Kwarganegaraan sebagai kerakter Bangsa
mengatakan: Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mengembangkan kemampuan dan
kepribadian. Pendidikan dilihat sebagai suatu sistem adalah merupakan tempat
berbagai masukan Input ditransformasi menjadi keluaran output.
Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada bab (1)
pasal (1) ayat (1) menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.
Sedangkan literasi
yaitu pemahaman, penyadaran dan pemaknaan hidup, maka dengan itu seorang yang
literat itu bermoral, yang merujuk dalam tingkah laku manusia yang memiliki nilai positif. Maka
dengan demikian pendidikan literasi dan pendidikan moral sangat penting
dikembangkan untuk memenuhi kesadaran yang positif sehingga mendapat kualitas
hidup yang berlandaskan akhlak yang baik.
Pendidikan moral, untuk
memberi batas karakter agar tidak menyimpang dari norma, norma agama dan negara.
Sedangkan pendidikan literasi menginjeksi dari dalam untuk mempengaruhi
kesadaran diri seseorang. Sering terjadi tindak asusila atau keluar dari norma,
maka pendidikan literasilah yang menjadi obat atau menyadarkan seseorang untuk
berbuat positif.
Pendidikan moral
berawal dari kesadaran pribadi, karena suatu masalah dikembalikan pada diri
pribadi, kepercayaan, tingkah laku, pada kepribadian watak. Sebuah contoh
menegaskan bahwasanya moral seorang (anak) itu bisa jadi berbeda dengan
orangtuanya.
Adapun cara mendidik
moral haruslah melibatkan peran-peran tersebut, yaitu peran orang tua,
pendidik, lingkungan masyarakat dan agama. (1) Peran orang tua, orang tua
merupakan orang yang pertama dalam berperan mendidik moral anak. Apa yang
dibuat, dikatakan atau dilarang orang tua akan dipatuhi oleh anak. Sebaliknya,
jika orang tua perintah kepada anak tapi orang tua tersebut tidak pernah
melakukan maka anak tersebut akan membangkang atau enggan melakukannya. Misal,
seorang ibu memerintah anaknya untuk belajar tetapi ibu tersebut justru
menonton televisi, maka anak tersebut akan membangkang atau sulit melakukan
bahkan tidak mau melakukan sesuatu yang diperintahkan oleh ibu tersebut.
Dengan itu apabila
orang tua tidak dapat memberi contoh perbuatan baik maka itu juga akan
berdampak pada pendidikan anak dan perkembangan moral. Dalam arti kesadaran
orang tua harus juga dibangun terlebih dahulu untuk membangun habit anak
sehingga kesadaran anak untuk belajar secara mandiri akan muncul dengan
sendirinya. (2) Peran pendidik. Di sini
dimaksudkan adalah pendidik merupaka motivasi, bukan hanya sebagai pengajar. Tetapi
juga berperan sebagai pengarah atau pemberi dukungan agar remaja tersebut
terarah pada hal yang baik sehingga tertanam nilai moral. (3) Lingkungan
Masyarakat, dalam lingkungan ini sangat berpengaruh besar pada pendidikan moral.
Nilai moral yang dimiliki seseorang cenderung diperoleh dari lingkungan. Belajar dan diajar oleh lingkungan masyarakat mengenai bagaimana ia harus bertingkahlaku yang baik dan tingkahlaku yang tidak melenceng dari moral dan etika. Ketika diwaktu mereka banyak bergaul dengan dunia luar dan tidak bergantung kepada orang tua maka dengan adanya aspek lingkungan yang positif maka akan turut berkembang dengan positif. Mereka dapat menilai dan intropeksi diri karena telah memiliki bekal pendidikan moral yang positif dari lingkungan masyarakat.
Penulis: Joko Susilo, S.Pd.
*Tulisan terkait telah terpublikasi Jawa Pos Radar Ponorogo, Edisi Juli 2017.
0 Comments:
Posting Komentar